Gerakan-1000-Startup-Digital-Indonesia-Indonesia-Bisa

REVIEW 1000 STARTUP DIGITAL IGNITION 2 SEMARANG

Semarang(04/02), Gerakan Nasional 1000 startup Digital ignition 2 kemarin diadakan di Semarang tepatnya di Wisma perdamaian Semarang, banyak peserta yang datang tidak hanya dari Semarang saja, ada juga peserta yang jauh-jauh datang dari Kudus, Pekalongan, Kendal dan kota-kota lain di Jawa Tengah. Acara 1000 startup digital ignition 2 ini mulai dari jam 09.00 sampai  jam 15.00, ada beberapa narasumber yang mengisi diacara ini diantaranya ibu Lis Sutjiati dari Khusus Kominfo, The Vision of Digital Economy, Gatot Hendraputra dari Impala Space leader, Muhammad Iqbal Hariadi Putra dari Manager Marketing Kitabisa.com, dan masih banyak lagi.

Sebelum acara dimulai ada sambutan dari PLT. Dinas Kominfo dan Statistik Pemerintah kota Semarang, Pak Nana Storada. Beliau menjelaskan jika gerakan 1000 startup digital ini didukung sepenuhya oleh pemerintah, dan pemerintah akan memfasilitasi apa saja yang mendukung gerakan ini hingga 24 jam. Setelah sambutan dari Pak Nana Storada, dilanjutkan oleh sambutan dari Direktur E-Business Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bapak Ir. Azhar Hasyim. Dalam sambutannya beliau meminta agar calon founder startup digital ini untuk terus berjuang karena dalam proses membangun startup digital ini pasti aka nada kegagalan, jadi dalam berbisnis calon founder startup ini harus siap dengan kegagalan yang mungkin akan terjadi.

Setelah sambutan tadi acara dimulai dari presentasi ibu Lis Sutjiati dengan mengangkat The Vision of Digital Economy, beliau menjelaskan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar namun pengelolahannya masih kurang. Rencananya pemerintah akan menjadikan Indonesia sebagai THE DIGITAL ENERGY OF ASIA dengan memanfaatkan segala potensi yang ada.  Untuk membangun Indonesia sebagai energy digital Asia dibutuhkan startup-startup yang baru, karena di Negara maju seperti Singapur 40% dari jumlah penduduk adalah seorang entrepreneur. Sedangkan Indonesia sendiri hanya 4% dari seluruh jumlah penduduk yang menjadi entrepreneur.  Ada beberapa kunci utama yang menjadi permasalahannya diantara lain : Logistic, education & human Resoues , communication infrastrucure , cyber security, taxation. Meskipun Indonesia memiliki kunci masalah tersebut Indonesia sendiri memiliki yang akan memberikan solusinya. Dengan adanya 1000 startup digital ini merupakan awal untuk membentuk Indonesia sebagai The Energy digital of Asia, “Untuk menjadi startup tak usah membawa solusinya, cukup membawa Problem Definision and Dream” ucap ibu Lis. Dalam kedepannya Indonesia akan menjadi Negara digital yang berbasis UMKM, dimana semua produk startup akan digunakan oleh bangsa Indonesia sendiri.

Setelah presentasi ibu Lis dilanjutkan dengan Overview Gerakan 1000 Startup digital oleh Gatot Hendraputra, beliau menjelakan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah program pendampingan, bukan kompetisi. Masa depan Indonesia ada di tangan anak muda dan Industri Kreatif.

stages of program dari 1000 startup digital ini antara lain: ignition adalah kegiatan untuk mengubah manset calon startup. workshop aadalah memetakan solusi, design thinking dan market validation. hackspint, adalah membuat proto type pada tahap ini.bootcamp adalah konsul, demo. Incubation terdapat pendampingan mentor untuk tahap akhir sebelum publikasi.

Acara dilanjutkan dengan presentasi dari Muhammad Iqbal Hariadi Putra (Manager Marketing Kitabisa.com) yang berisi tentang Don’t Start a Business, Solve a Problem. Dalam presentasinya ia menjelaskan Jangan hanya fokus pada busniness dan marekting nya, namun fokus pada bagaimana permasalahan dapat diselesaikan.  Kesalahan terbesar di dunia startup yaitu membangun sesuatu yang menjadi produk mereka namun setelah launching tersebut tidak banyak diinginkan/digunakan oleh orang lain. Maka dibutuhkan validasi ide untuk membuktikan sesuatu benar/fakta bukan sekadar perasaan/asumsi.Aplikasikan Lean Startup yaitu metode untuk memvalidasi ide dan Tools melalui Validation Board (validationboard.com).

Validation Board meliputi sebagai berikut:

  1. Define Hipotesis, Definisikan target pasar, definisikan masalah mereka, dan solusi
  2. Experiment, Desain halaman online meningkatkan peluang, buat MVP(solusi terkecil yang mewakili semua function )
  3. Result, Bila customers memberikan Feed back, terhadap produk maka dapat dikatakan produk tersebut dibutuhkan. Segera Validasi.

Dari presentasi ini, bisa disimpulkan sebelum melakukan  produksi pada startup perlu adanya validasi. Karena apa yang kita buat terkadang tidak dibutuhkan masyarakat.

Setelah beberapa presentasi tadi, acara dilanjutkan dengan talkshow yang narasumbernya adalah Aditya Dwi Putra(Faunder WeddinQ), Hero Wijayadi (CEO Herosoftmedia) dengan dimoderatori oleh Andre Widyastama (Derektur Utama Durenworks). Dalam talkshow ini mengangkat tema tentang Building Startup Mindset. Dari Aditya Dwi Putra sendiri menjelaskan jika kegagalan itu penting dalam membangung startup, meskipun telah memvalidasi produk bisa saja mengalami kegagalan. kegagalan bisa karna terlalu banyak mengambil peran,atau produk yang dibuat sudah bagus tapi kurang laris di pasaran. Asumsi itu membunuh, kegagalan harus ditemui diawal. setelah mengalami kegagalan fitur kita bisa diterima di terima oleh masyarakat. Sebelum sesorang terjun kedunia bisnis sesorang akan memahami passionnya. Beliau juga menambahkan yang harus dibangun dulu adalah Mindset, Startup yang gagal adalah startup yang tak pernah memulai.

Ssedangkan Hero Wijayadi juga memberikan pendapat yang hamper sama dengan Aditya Dwi Putra, beliau menjelaskan Startup baru cenderung over thinking. Kita cukup berfikir sesimple saja, maka kita dapat menyelesaikan masalah itu. Karena problem itu gak harus sesuatu yang amazing. Solusi bisa didapat dari problem kecil.

Dari berbagai kegagalan itu kita harus ambil pelajaran apa yang terjadi dan kita harus fokus ke 1 masalah. Startup mindset tidak hanya teknis saja, tapi kalau tanpa mindset dan mental yang benar, semua itu percuma.

kuncinya dalam team harus memiliki skil yang berbeda-beda, satu orang memiliki skills yang ditekuni.

Setelah talkshow sesi pertama, acara dilanjutkan dengan presentasi dengan tema How to Think Out of The Box yang dibawakan oleh Kristupa Saragih (Founder Fotografer.net). dalam presentasi kali ini beliau menjelaskan jika Founder Startup adalah orang yang gelisah mencari ide untuk menyelesaikan masalah. Segala sesuatu yang dibuat rumit, maka tidak menutup kemungkinan hasilnya juga akan rumit. Anda harus menjadi pribadi yang sederhana dalam pikiran dan perbuatan. Tidak ada ide yang berhasil yang berasal dari hal yang luar biasa/sempurna. Semua berasal dari hal yang sederhana dan tidak terduga.

kita harus kritis pada setiap hal, berfikirlah sederhana dari berfikir sederhana bisa muncul hal yang luar biasa.

 

Setelah presentasi dari Kristupa Saragih, dilanjukan dengan Talkshow sesi kedua yang berisi tentang Building Startup Ecosystem dengan narasumbernya adalah  Faye Alund (Founder kumpul.co) , Rahmat  Fajri (President AIESEC Indonesia), Prasetyo Andy Wicaksono(Head od IT Development Jakarta Smart City) yang dimoderatori oleh Mirza Firdaus (Creative Industry Activist).

Dalam talkshow sesi kedua ini Prasetyo Andy Wicaksono menjelaskan Pemerintah sebagai supplier problem. Jika inovasi suatu startup tidak sesuai dengan marketnya, maka startup tidak bisa berjalan. Pemerintahan saat ini sudah sangat terbuka.ketika ingin membuat inovasi baru, cari solusi dengna berbicara dengan pakar yang mengetahui masalah tersebut.

smart city itu bukan sistem tapi konsep. konsepnya bagaimana kota itu  bisa mendukung kehidupan masyarakatnya, smart city bukan hanya mengarah IT, tapi pada tujuan yang ingin diraih. beda kota beda permasalahan yang ada.Dua kunci di startup yaitu mulai mengobrol dan jangan cepat tutup kartu. Yang paling penting dalam membangun startup adalah eksekusinya.

Sedangkan penjelasan dari Faye Alund Lebih banyak anak muda yang menjadi enterpreneur, ekosistem dalam startup bisa dibilang sebagai wadahnya. Kerja keras akan berhasil kalau ekosistemnya mendukung. Co dalam coworking mewakili community yang memungkinkan kolaborasi di dalam lingkup coworking space.sudah banyak fasilitas mendukung untuk membangun ekosistem startup, baik swasta seperti komunitas, dan pemerintah yang telah bersikap terbuka. Beliau juga menambahkan “Berbagi itu bertambah” artinya tidak ada yang salah jika kita menceritakan ide kita kepada orang lain, terkadang dengan berbagi cerita kita bisa mendapatkan ide baru. Mungkin orang memiliki ide yang sama namun, dalam pengimplementasiannya setiap orang berbeda.

Dan Rahmat  Fajri juga menjelaskan sebagai berikut :EISEC menjadi bagian dari mediator ekosistem startup. bagaimana seorang startup menjadi mediasi yang ada antara masalah yang ada dimasyarakat dengan pemerintah, sehingga dari lingkup tersebut terbentuk ekosistem startup. Jangan pernah takut untuk masuk ke suatu ekosistem Digital. Pahami ide kalian dalami dengan benar, cari ekosistem yang sesuai dengan startup. jangan hanya berinteraksi dengan orang lain untuk mencari manfaatnya saja, tapi perlu ada hubungan timbal balik.

 

Ini adalah sebagian kecil dari acara 1000 startup kemarin, gimana? Menarik bukan acara 1000 startup digital Semarang Ignition 2? Meskipun ini gerakan Nasionalkita juga harus mendukung dan ikut berpartisipasi. Setelah membaca penjelasan sedikit dari acara 1000 Digital ini, apa tambah teman-teman berminat untuk ikut jadi peserta?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>