Release Party Tea Linux OS 0.5 "Kukicha"

Selasa, 9 April 2013 kemarin Doscom (Dinus Open Source Community) mengadakan acara Release Party Tea Linux OS 0.5. Release Party Tea Linux OS 0.5 adalah peluncuran Tea Linux versi terbaru yaitu versi 5.0. Acara ini dilaksanakan di Gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro, dari pukul 8 pagi sampai 1 siang. Ada 2 pembicara dalam acara ini, yaitu Wildanil Ghozi dan Onno W. Purbo.

Pembicara pertama adalah Wildanil Ghozi (Project Manager Tea Linux OS 0.5). Mas Wildan ini juga mahasiswa Jurusan TI S1 di Udinus. Tea Linux OS 0.5 ini diberi nama ‘Kukicha’. Kukicha itu unik karena Kukicha adalah teh yang terbuat dari batang, tangkai dan ranting. Pembuatannya sendiri memerlukan waktu 2 bulan. Kukicha ini dibuat untuk lebih meningkatkan performa, bukan untuk user interface yang menarik. Tea Linux OS sendiri sudah rilis 5 kali, dari versi yang pertama yaitu, Green Tea, Black Tea, White Tea, Oolong Tea dan yang baru dirilis adalah Kukicha Tea.

Pembicara kedua adalah Pak Onno W. Purbo. Pada kesempatan ini, Pak Onno membahas tentang Wireless Mesh atau Jaringan Mesh. Tidak tanggung-tanggung, Pak Onno langsung membawa peralatan seperti laptop dan rooter, dan juga mempraktekkan bagaimana cara membuat Wireless Mesh. Beliau sendiri mengenal Mesh ini sejak tahun 2005. Menurut Pak Onno, di Indonesia belum ada yang menggunakan Mesh ini. Para peserta juga sangat antusias mendengarkan dan bertanya kepada beliau tentang materi yang dibicarakan.

Para peserta bisa langsung mencoba Tea Linux OS 5.0 melalui laptop yang sudah disediakan oleh panitia. Acara ini juga menampilkan UKM Teater Kaplink Udinus. Banyak komunitas, pelajar bahkan guru yang datang. Selain dari Semarang, ada juga yang datang dari Jojga, Pemalang dan Tegal. Harapan dari Pembina Doscom tentang dirilisnya Tea Linux OS 5.0 ini adalah semoga bisa memasyarakatkan Open Source dan me-Open Source kan masyarakat. Sedangkan harapan Pak Onno adalah semoga ilmu tentang pembuatan Tea Linux OS 5.0 ini bisa dibuat buku dan disebarkan ke seluruh Indonesia bahkan dunia, bukan hanya Udinus saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>