Pers Kampus Not a Journalist, Just a Student Experiment

Bertempat di ruang Papandayan Hotel Horison Semarang, Sabtu (7/5) diadakan konvensi nasional bertajuk “Jurnalisme Pers Mahasiswa dan Masa Depan Demokrasi Indonesia”. Konvensi ini dihadiri oleh berbagai LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) di Indonesia, diantaranya perwakilan dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan dan Sulawesi.

Konvensi menghadirkan tiga pembicara yang berkompeten dibidangnya, yakni Prof. Bagir Manan (Ketua Dewan Pers), Agus Sudibyo (Anggota Dewan Pers) dan Gunawan Permadi (Redaktur Pelaksana harian Suara Merdeka).

Prof. Bagir Manan mengatakan hukum tidak pernah diselesaikan secara penuh. Hukum bukan sebuah bunyi tapi pengertian. Di Amrika tidak ada undang-undang pers yang dihasilkan dari sebuah kongres tapi tetap tunduk terhadap kode etik.

Agus Sudibyo menyampaikan tantangan pers mahasiswa di era kebebasan pers. Disampaikan bahwa pers kampus berfungsi untuk berlatih, kaderisasi dan membangun kebanggaan bahwa pers adalah profesi yang bisa dipertanggung jawabkan. Melalui pers kampus dapat lahir jurnalis yang idealis, militan mencari berita, tidak cepat menyerah dan memiliki jaringan sumber berita. Namun memiliki kekurangan yakni cenderung arogan dan memberontak karena latar belakangnya sebagai aktifis kampus (pers kampus).

Berbeda dengan Gunawan Permadi yang menyampaikan materi pers mahasiswa dan masa depan jurnalisme, bahwa pers kampus adalah sebuah laboratorium jurnalistik, steril dan terisolasi dari lingkungan dan hanya sebagai media pembelajaran atau berekperimen bukan experience. Pers kampus not a journalist, just a student experiment.

Disampaikan juga bahwa problem dan tantangan jurnalisme Indonesia saat ini antara lain kapitalisme media, informasi yang netral dan jujur makin sulit, budaya amplop serta kuatnya kepentingan ekonomi dan kekuasaan politik.

Konvensi ini adalah kerjasama antara Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat dan BEM Keluarga Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM-KM Undip) yang didukung oleh Dewan Pers.

One thought on “Pers Kampus Not a Journalist, Just a Student Experiment

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>